Mengenal Apa Itu Gate Valve, Fungsi dan Cara Kerjanya

Mengenal Apa Itu Gate Valve

Apa itu gate valve? Sekilas, gate valve merupakan suatu komponen dalam sistem perpipaan yang berfungsi seperti pintu pada sebuah rumah. Begitu pintu tertutup maka tidak ada satu orang pun yang bisa keluar-masuk. Namun saat pintu dibuka maka mobilitas anggota keluarga jadi lebih lancar. 

Prinsip yang sama berlaku pada gate valve dalam sistem perpipaan karena komponen ini memungkinkan cairan alias fluida untuk dapat mengalir ke tempat yang diinginkan. Tentunya ada lebih banyak informasi yang perlu Anda pahami tentang gate valve. Tanpa berpanjang lebar lagi coba perhatikan penjelasannya di bawah ini. 

Apa Itu Gate Valve

Gate valve adalah salah satu jenis katup yang digunakan dalam sistem perpipaan untuk mengatur aliran fluida. Prinsip kerjanya didasarkan pada penggunaan piringan berbentuk gerbang (gate) yang bisa diangkat dan diturunkan untuk menghalangi atau mengizinkan aliran fluida lewat. 

Saat gate valve terbuka, aliran fluida bisa leluasa melewati katup. Namun, saat katup ditutup, gerbang akan menutup dengan rapat dan mencegah aliran fluida.

Fungsi Gate Valve

Gate valve memiliki fungsi utama dalam sistem perpipaan, yaitu mengatur aliran fluida dengan membuka dan menutup aliran secara penuh. Saat gate valve terbuka maka aliran fluida dapat leluasa melewati katup tanpa hambatan. Hal ini memungkinkan pengaturan aliran yang efisien dalam sistem perpipaan, baik untuk keperluan pengaturan aliran tinggi maupun rendah.

Selain sebagai pengatur aliran, gate valve juga berfungsi sebagai penyekat yang sempurna. Ketika gate valve ditutup maka gerbang akan menutup rapat untuk mencegah aliran fluida lewat melalui pipa. 

Fungsinya sebagai penyekat yang mudah digunakan membuat gate valve menjadi salah satu katup yang sering digunakan dalam industri, termasuk dalam sistem perpipaan di pabrik, pembangkit listrik, sistem air, dan berbagai aplikasi industri lainnya.

Cara Kerja Gate Valve 

Cara Kerja Gate Valve
Sumber: theprocesspipping.com

Cara kerja gate valve didasarkan pada prinsip angkat-turun gerbang (gate) untuk mengatur aliran fluida. Biasanya proses pengoperasian gate valve dilakukan dengan memutar handwheel atau menggunakan aktuator yang terhubung dengan poros stem. Saat handwheel atau aktuator diputar searah jarum jam naka poros stem akan diangkat sehingga gerbang juga naik, lalu membuka saluran aliran. 

Sebaliknya, ketika handwheel atau aktuator diputar berlawanan dengan arah jarum jam maka poros stem akan ditekan ke bawah sehingga gerbang menutup dengan rapat dan menghentikan aliran fluida.

Baca Juga: Jenis-Jenis Aktuator Pada Valve Beserta Fungsinya

Bagian-Bagian Gate Valve

bagian-bagian gate valve
Sumber: contromatic.co.id

Bagian-bagian dalam gate valve memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi dan memastikan kinerja yang optimal. Berikut sekilas informasi tentang masing-masing bagian dalam gate valve. 

1. Body

Body merupakan bagian utama dari gate valve yang berfungsi sebagai tempat mengalirkan fluida alias cairan. Biasanya body gate valve memiliki bentuk silinder yang dilengkapi dengan saluran aliran di tengahnya. Body juga berperan sebagai tempat pemasangan komponen-komponen lainnya dalam valve jenis ini.

2. Seats

Seats adalah bagian yang berada di sekitar saluran aliran di dalam body gate valve. Seats berfungsi sebagai penyangga dan tempat gerbang menutup saat katup ditutup. Seats umumnya terbuat dari bahan yang tahan terhadap gesekan dan korosi, seperti logam keras atau bahan lainnya yang tahan dengan suhu tinggi.

3. Wedge

Wedge mengacu kepada gerbang (gate) yang berbentuk piringan dan berfungsi sebagai penghalang aliran fluida saat katup ditutup. Wedge dapat diangkat dan diturunkan dengan bantuan poros stem untuk membuka atau menutup saluran aliran.

4. Stem

Stem merupakan poros yang terhubung dengan gerbang (gate) dan digunakan untuk mengangkat atau menurunkan gerbang saat mengoperasikan katup. Stem dilengkapi dengan roda tangan (handwheel) di bagian atasnya agar dapat dioperasikan dengan mudah.

5. Gasket

Gasket sebenarnya termasuk segel yang digunakan untuk mencegah kebocoran pada sambungan antara body dan bonnet gate valve. Gasket biasanya terbuat dari bahan elastomer atau logam yang tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi.

6. Bonnet

Bonnet merupakan penutup bagian atas dari body gate valve dan berfungsi untuk melindungi sekaligus mengamankan komponen-komponen di dalamnya. Bonnet dibuat dari logam yang kuat serta dilengkapi dengan baut bonnet (bonnet bolt) untuk menjaga kekencangan sambungan.

7. Bonnet Bolt

Bonnet bolt mengacu pada baut yang digunakan untuk mengencangkan bonnet pada body gate valve. Baut bonnet akan memastikan bahwa bonnet tetap terpasang dengan kuat dan mencegah kebocoran pada sambungan.

8. Hinge Pin

Hinge pin adalah pin engsel yang digunakan untuk menghubungkan bonnet dengan body gate valve. Hinge pin memungkinkan bonnet untuk dibuka dan ditutup saat perlu melakukan perbaikan atau pemeriksaan pada bagian dalam katup.

9. Gland Packing

Gland packing juga termasuk segel hanya saja komponen satu ini lebih digunakan untuk mencegah kebocoran pada sambungan antara stem dengan body gate valve. Gland packing berada di sekitar stem yang dapat disesuaikan untuk menjaga kekencangan dan mencegah kebocoran.

10. Gland Bolts

Gland bolts merupakan baut yang berguna untuk mengencangkan gland flange pada body gate valve. Gland bolts akan memastikan bahwa gland flange terpasang dengan kuat dan menjaga kekencangan sambungan.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Flange Beserta Jenisnya

11. Yoke sleeve

Yoke sleeve mengacu kepada selongsong yang melindungi poros stem pada bagian atas gate valve. Yoke sleeve juga berfungsi sebagai pelindung dan pengarah gerakan stem saat katup dioperasikan.

12. Yoke cap

Yoke cap mengacu pada penutup di bagian atas yoke sleeve yang melindungi poros stem dan memberikan kekuatan struktural tambahan. Yoke cap juga dapat berfungsi sebagai tempat pemasangan aktuator atau roda tangan (handwheel) untuk mengoperasikan katup.

13. Handwheel

Handwheel atau yang juga dikenal sebagai roda tangan sejatinya digunakan untuk mengoperasikan katup gate valve dengan memutar poros stem. Handwheel memungkinkan penggunanya untuk membuka atau menutup katup dengan mudah sekaligus mengontrol aliran fluida.

14. Handwheel nut

Handwheel nut merupakan mur pengunci yang terdapat di bagian bawah handwheel. Handwheel nut digunakan untuk mengunci handwheel pada posisi yang diinginkan setelah mengatur aliran atau posisi gerbang (gate) pada katup.

15. Lubricator

Lubricator adalah bagian yang digunakan untuk memberikan pelumas pada poros stem dan komponen gerakan dalam gate valve. Pelumasan yang baik pada katup gate valve penting untuk menjaga kinerja optimal dan mencegah gesekan berlebihan yang dapat menyebabkan keausan atau kerusakan.

Jenis-Jenis Gate Valve

Gate valve sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis yang bisa dibedakan berdasarkan beberapa kategori. Kali ini Anda akan belajar mengenai jenis gate valve berdasarkan karakteristik disk-nya, gerakan body, dan gerakan stem. Langsung perhatikan penjelasannya berikut ini. 

Berdasarkan Jenis Disk

Setidaknya ada tiga jenis gate valve berdasarkan disk yang cukup banyak digunakan dalam sistem perpipaan industri. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Solid Wedge

Jenis gate valve ini memiliki disk (gerbang) yang solid atau padat. Disk ini dirancang dengan bentuk yang penuh dan kokoh sehingga dapat memberikan kekuatan tinggi dalam menutup saluran aliran. Solid wedge gate valve umumnya digunakan dalam aplikasi pada saat aliran fluida memiliki tekanan dan suhu tinggi.

2. Flexible Wedge

Flexible wedge memiliki desain yang fleksibel untuk menyesuaikan perubahan suhu dan tekanan pada sistem. Disk ini biasanya terdiri dari dua bagian, yang bagian tengahnya dapat bergerak secara independen. Jenis ini cocok digunakan pada sistem dengan perubahan suhu atau tekanan yang signifikan.

3. Split Wedge atau Disk Parallel Gate Valve

Split wedge adalah jenis disk yang terdiri dari dua bagian yang digabungkan menggunakan mekanisme khusus. Pada disk paralel, terdapat pegas yang membuatnya selalu bersentuhan dengan seat.

Keistimewaan ini membuatnya mampu menyegel dua arah sekaligus, yang dikenal sebagai penyegelan bi-directional sealing. Jika Anda ingin menggunakan gate valve dengan tipe split wedge atau disk paralel, penting untuk memahami bahwa jenis valve ini paling sesuai untuk gas dan cairan tanpa kondensasi di suhu normal maupun tinggi.

Berdasarkan Gerakan Body

Kalau dilihat berdasarkan gerakan body maka terdapat 4 jenis gate valve yang perlu dipahami dengan baik. Coba pelajari seluruh informasi yang akan dijelaskan berikut ini. 

1. Screwed Bonnet

Jenis gate valve ini memiliki bonnet yang dapat dipasang atau dilepas dengan menggunakan ulir. Bonnet yang dipasang menggunakan ulir secara umum memberikan kemudahan dalam perawatan dan perbaikan.

2. Welded-Bonnet

Pada jenis gate valve ini bonnet terhubung secara permanen dengan body gate valve melalui proses pengelasan. Keuntungan dari penggunaan welded-bonnet berada pada aspek kekakuan struktural yang lebih baik dan ketahanannya terhadap tekanan tinggi. 

Namun jika perlu dilakukan perawatan atau penggantian bagian dalam katup, perlunya memotong dan mengelas bonnet dapat menjadi lebih rumit.

3. Bolted-Bonnet

Jenis gate valve ini memiliki bonnet yang terhubung dengan body menggunakan baut. Melalui keberadaan baut maka bonnet dapat dengan mudah dipasang atau dilepas ketika sudah saatnya melakukan perawatan atau perbaikan.

4. Pressure-Seal Bonnet

Gate valve dengan pressure-seal bonnet dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi. Bonnet pada jenis gate valve ini memiliki desain khusus yang mampu menghasilkan tekanan internal untuk menutup valve secara rapat saat tekanan fluida meningkat.

Berdasarkan Gerakan Stem

Terakhir, Anda juga perlu mempelajari berbagai gate valve yang dibagi berdasarkan gerakan stem. Ada dua jenis gerakan stem, yaitu Gate Valve OS & Y atau Rising Stem dan Gate Valve Non-Rising Stem. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Gate Valve OS & Y atau Rising Stem

Pada jenis gate valve ini, stem (poros) akan bergerak naik atau turun secara linier saat katup dioperasikan. Gerakan stem yang dilakukan ini akan memudahkan pengguna untuk mengetahui posisi gerbang (gate), apakah sedang terbuka atau tertutup.

2. Gate Valve Non-Rising Stem

Terbalik dari jenis sebelumnya, gate valve non-rising stem merupakan sebuah stem (poros) yang tidak bergerak naik atau turun secara linier saat katup dioperasikan. Gerbang (gate) pada jenis ini bergerak ke atas atau ke bawah dengan menggunakan mekanisme yang berbeda, seperti poros yang memutar atau menarik gerbang. Gate valve non-rising stem lebih compact sehingga penggunaannya cocok untuk ruang terbatas.

Kelebihan dan Kekurangan Gate Valve

Gate valve memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih penggunaannya dalam sistem perpipaan. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan gate valve yang wajib Anda pahami.

Kelebihan

Keberadaan gate valve dalam sistem perpipaan sebuah industri sejatinya membawa banyak kelebihan. Penggunaan gate valve juga memudahkan pengguna dalam mengontrol jumlah fluida yang mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya. Coba cari tahu kelebihan lain yang dimiliki gate valve berikut ini. 

1. Kebocoran Minim

Gate valve dirancang untuk memberikan kekencangan yang tinggi saat ditutup sehingga kemampuan untuk mencegah kebocoran fluida tidak perlu diragukan lagi. Itu berarti gate valve cocok digunakan dalam sistem perpipaan yang membutuhkan kontrol aliran ketat agar masalah kebocoran dapat diminimalkan.

2. Minimal Keausan

Gate valve memiliki disk (gerbang) yang dapat sepenuhnya terbuka atau tertutup. Hal ini akan membantu mengurangi gesekan antara disk dan seat sehingga keausan pada komponen katup akan lebih sedikit. Keausan yang minim pada gate valve menjadikannya pilihan yang tepat karena usia pemakaiannya dapat lebih lama.

3. Aliran Fluida Penuh

Ketika gate valve dibuka sepenuhnya maka saluran aliran fluida yang lurus tersedia. Hal ini memungkinkan aliran yang tidak terhalang dan mengurangi penurunan tekanan pada sistem perpipaan. 

4. Kemampuan Mengatur Aliran

Gate valve dapat diatur pada posisi setengah terbuka untuk mengatur jumlah aliran fluida yang melewati katup. Tentunya hal ini memberikan fleksibilitas dalam mengatur aliran sesuai dengan kebutuhan sistem perpipaan.

Kekurangan

Meski punya banyak kelebihan, Anda masih harus mewaspadai berbagai kekurangan yang datang bersama dengan gate valve. Pastikan Anda memahami kekurangannya dengan baik sehingga risiko-risiko berbahaya dapat dicegah. 

1. Waktu Pembukaan dan Penutupan yang Lambat

Proses pembukaan dan penutupan gate valve dapat membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan jenis katup lainnya. Gerakan naik-turun gerbang (gate) yang linear membutuhkan waktu ekstra, terutama untuk gate valve dengan disk yang besar.

2. Menimbulkan Suara yang Cukup Bising

Ketika gate valve hanya dibuka sebagian maka Anda akan mendengar suara bising. Suara tersebut merupakan hasil getaran dari gate valve yang bergesekan dengan komponen lainnya juga cairan fluida. 

3. Perawatan yang Tidak Mudah

Perawatan dan perbaikan gate valve dapat lebih rumit dibandingkan dengan jenis katup lainnya. Beberapa jenis gate valve mungkin membutuhkan pemotongan dan pengelasan bonnet untuk mengakses komponen internal yang pastinya memerlukan waktu juga biaya tambahan.

Apa Perbedaan Gate Valve dan Globe Valve?

Perbedaan utama pada gate valve dan globe valve terletak pada cara menutupnya. Gate valve akan menutup dan menghentikan aliran ketika gerbangnya ditutup secara penuh, sementara globe valve akan tetap terbuka dalam rentang waktu terbatas. Selain itu, fungsi kedua valve tersebut juga berbeda.

Globe valve berfungsi untuk mengontrol besar kecilnya aliran dalam pipa, sedangkan gate valve berfungsi untuk mengubah arah serta laju aliran, namun tidak merubah tekanan dalam pipa.

Sehingga, gate valve memiliki fungsi yang lebih baik sebagai penutup aliran fluida yang lebih kuat jika tekanan bukanlah prioritas utama. Selain itu, penggunaan energi untuk gate valve dinilai lebih efisian dibandingkan globe valve.

Keberadaan gate valve dalam sistem perpipaan jelas sangat krusial. Oleh karena itu Anda perlu memilih gate valve terbaik supaya tidak terjadi masalah seperti kebocoran. Contromatic menyediakan berbagai gate valve yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. 

Tidak hanya dari 1 brand saja, Contromatic memberikan kebebasan dalam memilih semua komponen yang Anda butuhkan, contohnya gate valve dari L&T Valves dan Bonney Forge Distributor Indonesia. Jadi tunggu apalagi? Pilih gate valve terbaik yang Anda butuhkan sekarang hanya di Contromatic!

Semoga dengan penjelasan apa itu gate valve di atas Anda jadi bisa lebih memahami kegunaan, serta cara kerjanya dalam sistem perpipaan. Temukan informasi berguna lainnya hanya di Contromatic!

Sumber rujukan: 

  • https://www.alvindocs.com/blog/apa-itu-gate-valve-dan-cara-kerjanya
  • https://surabaya.proxsisgroup.com/pengertian-valve-dan-jenis-jenisnya/
  • https://lamindo.co.id/pengertian-gate-valve/
  • https://www.xintaivalves.com/id/blog/difference-between-gate-valve-and-globe-valve/
  • https://www.alvindocs.com/blog/perbedaan-ball-valve-globe-valve-dan-gate-valve

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
cpm-logo-long-new-1